The Dark Blue Handkerchief (3/3)

thedarkbluehandkerchief

PART.1 | PART.2 | PART.3

“Aaah… Apa Hyorin baik-baik saja, ya?” ucap Junho lemas. Yang lain hanya diam dan nampak menyesal.

“Mau apa lagi? Dia kan sangat menyukai Jaebeom oppa.” Ujar Suzy, IU mengangguk setuju.

“Tak kusangka selama ini hyung sedih karena itu… Yang pasti wanita bernama Gain itu, aneh sekali.” Komentar Wooyoung, dia mendecak kesal.

“Aku merasa bersalah tadi menawarinya sapu tangan berwarna biruku. Harusnya aku pakai yang warna kuning bergambar doraemon…” keluh Mireu. Semuanya menepuk pundaknya.

“Dia sedih bukan karena itu, Mir. Kau ini benar-benar kelewat polos.” Ucap Junho, heran.

“Besok kita harus hibur Hyorin. Siapa tahu dengan membelikannya es krim, dia akan ceria lagi…” ujar IU dengan wajah sedih.

“Sebenarnya, seseorang yang mempan dengan cara itu hanya Wooyoung seorang.” Sahut Suzy, membuat Wooyoung melirik kesal padanya.

“Diam! Ah, bukankah itu Hyorin? Sedang apa dia?” Wooyoung menunjuk Hyorin yang sedang berlari ke arah mereka. Semuanya memperhatikan sosok yang tengah berlari dan berwajah lega saat melihat mereka itu.

“Ah, semuanya!” Seru Hyorin. “Kalian lihat Jaebeom oppa?”

“Jaebeom hyung? Kurasa dia masih di sekolah—” sebelum Wooyoung menyelesaikan ucapannya, Hyorin langsung berterimakasih dan berlari ke arah sekolah.

“Ada apa dengan anak itu? Tadi nangis sekarang lari.” Ujar Mir dengan bingung.

“Yang pasti, kelihatannya dia sudah baikan.” Ujar IU sambil tersenyum lega. Kelima sahabat ini memandang satu sama lain dan menyusul Hyorin ke sekolah.

******

“Ahh, Nichkhun Oppa!” Sapa Hyorin, lalu menundukan kepalanya sambil mengatur nafasnya.

“Ah Hyorin.. Ada apa? Kau tidak apa-apa, kan?” Tanya Nichkhun, dengan sabar dia menunggu Hyorin untuk bicara.

“Ah aku baik-baik saja.. Daripada itu, apa kau lihat Jaebeom Oppa?” Tanya Hyorin dengan memasang wajah serius. Nichkhun tersenyum dan menunjuk atap. Segera, Hyorin berlari untuk menaiki tangga atap.

“Kelihatannya Gain sukses.” Nichkhun tersenyum puas dan melanjutkan berjalan ke perpustakaan.

******

Jaebeom masih duduk diam di bangku atap sekolah. Pandangannya masih kosong ke arah langit. Tiba-tiba sesosok gadis mungil dan berambut panjang duduk di sebelahnya. Jaebeom hanya menatap gadis itu dengan pandangan antara kaget dan heran.

“Nyalakan iPodnya!” Perintah Hyorin. Jaebeom masih terpaku dan tetap kaget melihat gadis ini memerintahnya. “Ayoo nyalakan iPodnya!”

Dengan ragu, Jaebeom menyalakan iPodnya dan mengambil 1 earphonenya. Hyorin mengambil inisiatif dengan mengambil sendiri 1 earphone itu dan menempelkannya pada telinganya. Hening sesaat.

“Ah anu..” Jaebeom memulai pembicaraan. Hyorin menghentikannya dengan menaruh jari telunjuknya di depan bibir Jaebeom.

“Tak apa Oppa, aku mengerti.” Katanya, lalu tersenyum manis. Jaebeom. mengangguk pelan dan kembali menatap langit. “Oppa…”

“Hmm?” Jawab Jaebeom. Hyorin tersenyum lebar dan menatap dalam-dalam mata pemuda di sebelahnya ini.

“Aku menyayangimu.” Katanya polos. Jaebeom hanya melihatnya dengan pandangan kaget. Karena tidak percaya, Jaebeom melepas earphonenya.

“Kamu… Serius?” Tanya Jaebeom tidak percaya. Hyorin mengangguk senang dan memeluk lengan Jaebeom. Jaebeom hanya terdiam dengan wajah yang memerah. Hyorin jadi lebih berani daripada dirinya. “Aku juga..” Ujarnya pelan.

Hyorin tertawa dan mengangguk pelan. Keduanya menatap langit, sekarang langit sudah kembali cerah dan terlihat amat biru.

Jaebeom dan Hyorin menuruni tangga sambil menggenggam tangan satu sama lain. Teman-teman Hyorin, Nichkhun, Kwon, dan Gain sudah menunggu dibawah sambil tersenyum. Hyorin tertawa dan memeluk Suzy dan IU, sedangkan Khun dan Kwon sibuk menggoda Jaebeom. Mir dan Wooyoung nampak lega, dan Junho hanya tersenyum.

Selamat berbahagia, Hyorin.

******

Bandara

“Kau benar akan pulang hari ini?” tanya Jaebeom pada Gain yang sedang mengecek isi tasnya. “Baru seminggu kau disini.”

“Yah, aku sudah harus kembali untuk bersekolah.” Jawab Gain, lalu menghela nafas. “Kemana Kwon? Pacarnya mau pergi jauh dia malah terlambat!” Gerutunya.

Beberapa menit kemudian, Kwon datang dengan tergesa-gesa. Gain tidak memperdulikannya, tetapi ia langsung takjub saat Kwon mengeluarkan sebuket bunga mawar berwarna merah.

“Tadi saat di perjalanan, aku melihat bunga ini di toko bunga dan langsung teringat kamu. Maafkan aku ya..” Pinta Kwon. Gain menatap buket bunga dan Jo Kwon, lalu tersenyum senang dan memeluknya.

“Ah, sudah ya. Aku sudah harus check in. Aku akan merindukanmu..” Kata Gain pada Kwon. Kwon mengangguk sambil tetap menggenggam tangan Gain lembut. “Dan Jay.. Kau tetap sahabatku sampai kapanpun. Titip salamku untuk Hyorin dan Khun, ya!” Serunya, Gain pun masuk ke dalam bandara.

******

“Akhirnya Gain kembali ke Inggris.” Ujar Jaebeom. Kwon masih nampak sedih karena merindukannya.

“Oh iya, kau ada janji dengan Hyorin kan? Cepat temui dia, aku tidak apa-apa. Jangan sampai dia ngambek!” Ucap Kwon. Jaebeom spontan tertawa dan memukul punggung Kwon, lalu pamit pada Kwon, dan pergi.

******

Sesosok gadis mungil berkulit putih bersih duduk di atap sekolah. Dia memegang es krim yang dibelinya barusan dan memperhatikan pintu. Seorang pemuda membuka pintunya dan seutas senyuman menghiasi wajah cantik gadis ini.

“Aku datang, Hyorin.” Kata pemuda itu.

“Selamat datang, Oppa!” Sambut Hyorin seraya tersenyum ceria. Jaebeom mengambil tempat di sebelah Hyorin dan tertawa senang melihat es krim di tangan kekasihnya itu. Lalu, mereka makan bersama. Es krim Hyorin mencair dan menetes ke bajunya, sehingga Jaebeom mengeluarkan sapu tangan biru tuanya itu lalu membersihkan baju Hyorin.

“Oh iya… berarti, sapu tangan itu boleh untukku lagi, kan?” kata Hyorin seraya tersenyum senang.

“Tentu saja tidak.” Jawab Jaebeom santai.

“Kok gitu?” protes Hyorin. Wajahnya nampak kesal.

“Kita beli saja yang baru, khusus buat kita berdua. Ini sih, pemberian orang, jadi nggak ada artinya.” katanya, lalu menyimpan sapu tangan biru tua itu.

“Bilang saja kamu mau menyimpan sapu tangan itu sendirian!” seru Hyorin dengan nada kesal.

“Aigoo, kamu cemburu? Lucunya~” goda Jaebeom, ia tertawa lebar. Dengan kesal Hyorin memukul lengannya. jaebeom tersenyum puas dan menggenggam tangan Hyorin lembut.

Saranghaeyo, Min Hyorin.” Katanya dengan senyum tulusnya.

Hyorin hanya bisa tersenyum malu, dan sebagai balasannya, ia mengecup pipi kekasihnya itu dengan lembut.

Fin

4 responses to “The Dark Blue Handkerchief (3/3)

Will You Give Me A Happiness? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s