How I Love You (1/3)

Taman kota, 10.00AM

“IU~ ini es krimnya!” Wooyoung datang sambil membawa 2 cone es krim, hari ini dia ada janji kencan dengan IU di tempat ini. Ia segera berlari menemui IU yang saat itu nampak sangat cantik, dengan kardigan warna creme yang hangat dan white dress musim panas. Dirinya sendiri memakai kaos putih, jeans biru gelap, juga kemeja kotak-kotak merah.

Kamsa hamnida, Woo!” dengan gembira, IU mengambil es krim di tangan Wooyoung.

Hening sejenak, mereka sama-sama menikmati es krim masing-masing, sampai Wooyoung memulai pembicaraan. “Tadi, ada temanku yang tanya, gimana caranya kita bisa ketemu sampai pacaran dua tahun begini.” Jelas Wooyoung, IU mengangguk-angguk sambil mengemut es krimnya.

“Kurasa… Saat dikenalkan Suzy, ya? Lalu ada lagi kelanjutannya.” IU mencoba mengingat-ingat, Wooyoung pun juga mencoba mengingat, mulai dari saat pertama kali mereka bertemu.

******

SMP Samyang, four years ago…

Annyeong, Hyorin! Suzy!” sapa seorang gadis manis pada dua sahabatnya.

Annyeong, IU. Gimana? Soal yang kuberi memang berguna kan buat ujian masuk SMP?” tanya Hyorin, IU mengangguk bersemangat.

“Kenapa sebegitu seriusnya, sih? Kita kan hanya melanjutkan saja dari SD Samyang ke SMPnya, SMU juga begitu. Sama saja satu lingkungan, kan! Namanya juga perguruan.” Seru Suzy lemas. Upacara penerimaan murid baru sama sekali tak membuatnya bersemangat mengawali awal tahun ajaran baru ini.

“Tapi kan bagus, kita jadi sekelas lagi.” Ucap IU. Suzy tersenyum dan mengangguk.

“Oh iya… aku kenal mereka saat SD, tapi sekarang sepertinya kita sekelas dengan mereka. Ikut aku, yuk!” ajak Suzy, lalu menarik tangan kedua sahabatnya. IU dan Hyorin tidak mengerti, jadi mereka ikut saja.

******

Di taman belakang, Wooyoung, Junho, dan Mir sedang sibuk ngobrol bertiga, ketika Suzy datang membawa IU dan Hyorin, mereka langsung diam dan memperhatikan ketiga yeoja itu. “Annyeong Wooyoung-ssi, Junho-ssi, Mir-ssi, aku ingin memperkenalkan sahabat-sahabatku.” Seru Suzy, seraya tersenyum senang. IU bersembunyi di belakang Hyorin karena malu.

“A—ah, silakan.” Wooyoung terbata-bata. Tanpa sadar ia langsung berbicara formal saat melihat IU. Suzy meminta Hyorin memperkenalkan dirinya dulu, maka Hyorin yang tenang itu tersenyum dan memperkenalkan dirinya.

“Min Hyorin imnida.” Katanya.

“Ah, Lee Junho imnida.” Junho menundukkan badannya, tanda perkenalan.

“Bang Cheolyong imnida! Panggil aku Mireu!” Seru Mir bersemangat.

“Ja—Jang Wooyoung imnida.” Wooyoung memperhatikan IU, ingin cepat mengetahui siapa gadis ini.

Dengan malu-malu, IU melihat ke arah bawah lalu memberanikan dirinya untuk memandang orang-orang di depannya, “Lee Jieun imnida, pa—panggil saja IU.” Katanya pelan.

“IU…” Wooyoung menggumamkan nama IU. Masih ditatapnya gadis manis yang pemalu itu.

“A—ah, aku duluan.” IU segera menarik diri dan berjalan menjauh, tapi karena tidak hati-hati, ia terantuk baru di tanah dan hampir jatuh. Wooyoung yang melihatnya segera berlari dan menolongnya.

“Kamu nggak apa-apa?” Tanya Wooyoung dengan tergesa-gesa, mengulurkan kedua tangannya untuk membantu.

“Ka—kamsa hamnida.. Wooyoung-ssi..” Ujar IU seraya menunduk malu lalu membersihkan bajunya.

“Ne, cheonmaneyo. Ah, sebentar..” Wooyoung membersihkan baju belakang IU dengan perlahan. IU hanya memperhatikannya dengan wajah merona.

“Sekali lagi, terima kasih..” IU tersenyum manis, lalu berlari meninggalkan mereka. Wooyoung hanya bisa menatap gadis itu dengan wajah merona. Apa yang baru saja ia lakukan?

******

“Eh.. Ini abnormal nggak sih kalau langsung suka sama cewek tanpa tahu dia seperti apa?” Tanya Wooyoung pada Junho dan Mir, wajahnya nampak khawatir. Saat ini mereka tengah menikmati makanan di kafetaria, pada jam istirahat.

“Apa? Nggaklah~ kau lagi suka seseorang?” Mir nampak tertarik.

“Ceritakan!” Perintah Junho. Wooyoung panik, tapi ia memang bermaksud untuk menceritakannya pada sahabat-sahabatnya itu.

“IU,” sebutnya sambil malu-malu. “Dia… Tak apa kan aku menyukainya?”

“Ahh, iya, IU ya. Bagus juga seleramu, Wooyoungie!” seru Junho seraya menepuk punggung Wooyoung keras.

“Bagian mananya yang kau suka dari dia, Wooyoungie?” tanya Mir, dengan memasang gaya detektif.

“Entah. Saat melihat dia, lidahku langsung kaku. Padahal sebelumnya walau ada wanita cantik sekalipun aku nggak akan seperti itu.” Jelas Wooyoung, masih malu-malu. Junho dan Mir mengangguk mengerti.

“Kau jatuh cinta.” Kata Junho, mengambil kesimpulan.

“Dan itu harus diwujudkan. Seorang Wooyoungie pacaran itu kan sesuatu yang langka.” Tambah Mir.

“Kalian sendiri nggak punya, jangan sok deh!” seru Wooyoung kesal. “Tapi aku tidak tahu caranya mendekati IU.”

“Kau bisa tanya Suzy, dia kan sahabatnya IU. Atau nggak si Hyorin.” Saran Mir. Wooyoung mengangguk dan langsung pergi untuk bertanya pada Suzy. Junho dan Mir hanya senyam-senyum sambil geleng-geleng kepala. Tidak disangka Wooyoung akan jatuh cinta sebelum mereka.

******

Kelas 1A

“Tipe kesukaannya IU?” Suzy berpikir sejenak. “Kurasa dia nggak punya tipe kesukaan, dia nggak dekat dengan cowok. Kau suka IU?”

“Ah gomawo. Nde? Entahlah..” Jawab Wooyoung asal, ia ingin segera kabur, tapi Suzy menarik kerah bajunya.

“Biarkan aku membantumu.” Ucap Suzy dengan nada mantap. “Ini bisa jadi usaha yang bagus supaya IU bisa punya sahabat cowok.” Katanya lagi. Kata ‘sahabat’ membuat Wooyoung kurang yakin, karena ia ingin IU jadi lebih dari sahabatnya. “Ah, baiklah, khusus buatmu, aku sarankan guru berpengalaman.” Suzy memberikan secarik kertas yang sudah ditulisinya. “Nih, cari anak kelas tiga bernama Eunhyuk dan Donghae. Mereka mudah ditemukan karena heboh dan selalu bareng-bareng, kasih mereka ini, ya.”

Wooyoung menerima kertas itu, lalu mengangguk.

******

Wooyoung pun pergi mencari. Tak lama kemudian, ia menemukan dua orang pemuda yang sedang dikelilingi gadis-gadis. Dengan ragu, ia bertanya, “Kalian Eunhyuk hyung dan Donghae hyung?”

“Ah maaf nona-nona, ada orang yang ingin bicara denganku. Yap, ada apa?” tanya yang berambut cokelat––Donghae. Wooyoung memberinya kertas itu, lalu ia membacanya, dan tersenyum.

“Apa itu?” tanya yang berambut kuning muda, Eunhyuk.

“Suzy mengirimkan kita pelanggan. Memang anak itu selalu mengandalkan kita, kakak kelasnya yang tampan dan terkenal ini.” Ujar Donghae seraya merapihkan rambutnya, lalu menyerahkan surat itu pada Eunhyuk.

“Dia bilang ‘Eunhyuk Oppa dan Donghae Oppa, temanku sedang jatuh cinta. Tolong berikan dia tips-tips yang jitu tapi tidak berlebihan ya, dia bukan anak yang di luar abnormal kalo berhubungan dengan cewek, contohnya kalian. Gomawo! Suzy’. Waah dasar, dia selalu malu-malu, tak bisa bicara dekat-dekat dengan kita.” Eunhyuk tersenyum pede. Wooyoung hanya bisa bengong dan ragu, apa bisa orang-orang aneh ini menolongnya?

“Siapa namamu? Kelas berapa?” tanya Eunhyuk, memastikan.

“Jang Wooyoung, kelas satu A.” Jawab Wooyoung cepat.

“Hmm kalau begitu kau tidak usah bayar deh. Karena kau temannya Suzy. Kau harus tahu dia satu-satunya gadis yang menolak pacaran denganku, jadi dia sebuah tantangan.” Cerocos Eunhyuk. Wooyoung mengangguk mengerti, agak merasa kesal juga kenapa tiba-tiba hyungnya yang satu ini malah curhat.

“Eunhyuk memang abnormal, dia menembak Suzy saat anak itu masih kelas 6 SD.” Tambah Donghae, membuat Wooyoung semakin kesal.

“Bisakah kalian membantuku secepat mungkin?” pinta Wooyoung dengan nada yang agak dinaikkan.

“Ah! Benar juga, maaf ya ceritanya terlalu awal buat bocah sepertimu, kami akan memberimu tips paling jitu! Panggil kami Eunhae.” Seru Donghae, lalu menuntun Wooyoung ke taman belakang sekolah. Dengan bingung, Wooyoung mengikuti 2 kakak kelasnya ini.

******

“Eunhae~ annyeong~” sapa sebuah kelompok anak perempuan pada Eunhyuk dan Donghae, mereka tertawa riang sambil memuji-muji kedua orang ini.

Annyeong, kalian selalu saja cantik.” Puji Eunhyuk sambil mengedipkan matanya, gadis-gadis itu berteriak histeris. Lalu Eunhyuk menoleh pada Wooyoung. “Ini baru permulaan.” Katanya. Wooyoung hanya memandangnya aneh.

“Eunhae! Saranghaeyo~” seru seorang gadis dengan wajah merona.

“Ya… Aku juga mencintaimu, lebih dari yang kamu duga,” puji Donghae sambil mengangkat dagu gadis itu, lalu mengedipkan matanya. Gadis itu jatuh pingsan.

Donghae menoleh pada Wooyoung, dan tersenyum. “Sudah biasa,” katanya.

Saat mereka lewat, gadis-gadis berteriak memanggil mereka. “Kamsa hamnida semuanya! Saranghaeyo~” Eunhae membuat tanda hati dengan tangan mereka. Gadis-gadis itu berteriak dengan benar-benar histeris, membuat telinga Wooyoung sakit. Setelah berteriak, mereka semua jatuh pingsan.

Eunhae memandang Wooyoung bersamaan, “Terjadi setiap hari.” Kata mereka. Wooyoung nggak mengerti kenapa mereka pamer padanya, tapi yang jelas, Suzy menyarankan dia untuk konsultasi pada mereka.

******

Taman belakang sekolah

“Jadi, siapa orang yang kau suka?” tanya Donghae, sambil merapikan rambutnya lagi.

“Ah, IU… Kalian tahu IU, kan? Yang sekelas dengank––”

“IU!!!!” teriak Eunhyuk histeris. “Gadis cantik itu ya? Yang disukai banyak cowok itu? Kau harus tahu dia itu tipeku! Dia tipe malu-malu kucing yang kalau pipinya memerah benar-benar minta dipeluk! Tapi kenapa dia takut sama cowok? Setiap aku mendekat selalu saja…”

“Eunhyuk, bukannya kau bilang aku lebih baik dari gadis-gadis itu?” tanya Donghae dengan nada manja.

“Kamu itu beda, gadis-gadis itu memang ada yang bisa membuat aku jatuh cinta, tapi kamu selalu jadi orang yang kusayang kok.” Ujar Eunhyuk, lalu memeluk Donghae.

“Kita kan Eunhae~ cintaku hanya untukmu, Hyukie~” seru Donghae dengan ceria. Wooyoung menjadi semakin awkward. Ada apa dengan orang-orang ini…

Hyung… Aku masih disini.” Wooyoung mengingatkan mereka, mereka mulai masuk ke dunia mereka lagi.

Aigoo, mianhae. Nah, cara yang pertama, dekati dengan lembut, ajak bicara pelan-pelan, tatap matanya, beri dia perhatian..” Donghae memulai penjelasan. Wooyoung memasang tampang serius dan mengangguk.

“Kenapa kau suka my princess IU, you pabo dongsaeng?” tanya Eunhyuk sambil mengangkat dagunya.

“Uh… Aku tidak tahu..” Wooyoung nampak berpikir keras, wajahnya memerah karena malu. Donghae dan Eunhyuk bengong memperhatikannya.

“Kau masih suci…” Donghae menepuk pundak Wooyoung sambil menahan haru. “Sekarang kau cepat temui IU sebelum kesucianmu hilang!” perintahnya. Ia mendorong Wooyoung yang masih nampak ragu. Tapi  Wooyoung pun akhirnya pergi menemui IU.

******

Koridor lantai 1 SMP Samyang

IU sedang duduk sendiri sambil menggambar pemandangan. Dengan malu-malu Wooyoung mendekatinya dan duduk di sebelahnya.

“Gambar apa?” tanya Wooyoung, wajahnya merona.

“Ne?” IU menoleh padanya dengan wajah ikut merona. “Ah, gambar pemandangan. Kamu… Mau ikut gambar?”

“Ah nggak… Aku melihat saja.” Jawab Wooyoung sambil tersenyum manis. IU menggigit bibirnya pelan lalu mengangguk. Ia meneruskan gambarnya.

“Kudengar suaramu bagus,” gumam Wooyoung. “Maukah menyanyi satu lagu saja untukku?” tanyanya.

“Eh? Tidaaak sama sekali tidak bagus! Aku masih pemula, masih amatiran..” IU nampak kelabakan. Wooyoung menatapnya dengan wajah memelas dan memiringkan kepalanya. Sekejap IU diam dan mengangguk.

IU menyanyi sebuah lagu dengan pelan, tetapi cukup untuk hanya didengar Wooyoung. Wooyoung tersenyum saat melihat wajah manis gadis di sebelahnya ini dan ikut menyanyi juga untuknya, lagupun selesai.

“Suaramu benar-benar bagus.” Puji Wooyoung tulus. “Aku suka suaramu, lembut dan jernih.”

“Ah, jangan berbohong.” IU menutup wajahnya yang tambah memerah.

“Jangan begituuu, aku jadi tidak bisa melihat wajahmu kan?” Wooyoung kembali menatap dalam-dalam mata IU. Gadis yang ditatapnya itu menggeleng cepat.

“Jangan, ini memalukan..” katanya, sambil menunduk.

“Perlihatkan wajahmu, ya?” pinta Wooyoung. IU mengintip dari celah tangannya dan mengangguk.

“Tarikan sesuatu untukku. Kudengar Wooyoung-ssi jago menari.” Pinta IU, sebelum dia memperlihatkan wajahnya lagi. Wooyoung menggaruk kepalanya yang tak gatal dan dengan malu-malu dia menari tarian andalannya tanpa sengaja, ssanti.

Donghae dan Eunhyuk yang mengintip mereka langsung berteriak kesal. “Oi oi. Kenapa dia menarikan tarian murahan itu!?” teriak Donghae panik. “Itu sama sekali tidak keren!”

“Wooyoung, kau harus tahu kalau saat ini kau sedang mendekati cewek, bukan melawak..” Eunhyuk mencoba memberi telepati pada Wooyoung, tapi sia-sia.

Setelah menari, Wooyoung baru sadar tarian yang ditarikannya adalah tarian ssanti, yang langsung membuatnya terdiam. Hening sebentar dan terdengar suara tawa IU.

Aigoo Wooyoung-ssi ahahahahah tarian apa itu? Menarik sekali!” tawanya. Wooyoung hanya tersenyum sambil malu-malu. “Kau menyenangkan, Wooyoung-ssi.” Katanya senang, lalu memperlihatkan wajahnya lagi.

“Benarkah? Syukurlah~ ah, jangan pakai ssi, langsung saja Wooyoung.” Pinta Wooyoung, dengan malu-malu IU mengangguk pelan. Suasana berjalan dengan baik, dan mereka juga ngobrol dengan lancar.

“Wow… Dia sukses!” Donghae terkagum-kagum.

“Dia bisa mengalahkan kharismaku. Itu… Mengerikan.” Gumam Eunhyuk sambil berdecak kagum.

******

The next day

“IU, kau dipanggil seseorang.” Panggil teman sekelas mereka di kelas 1A, IU langsung berlari kecil ke arah luar kelas.

Annyeong haseyo, Yang Yoseob imnida, kelas 1D. Kamu IU kan?” tanya lelaki yang memanggil IU itu. IU membalasnya dengan sebuah anggukan.

“Oh begitu. Baiklah, nanti kita ngobrol lagi ya.” Ucap namja itu seraya tersenyum manis, lalu berjalan pergi. IU hanya melambaikan tangannya dengan wajah bingung.

“Siapa orang itu?” Junho menunjuk Yoseob yang berjalan meninggalkan IU. Dia, Wooyoung, dan Mir sedang berjalan di lorong dan baru saja akan masuk ke dalam kelas. “Kelihatannya akrab dengan IU.”

“Iya?” Wooyoung memperhatikan sosok lelaki itu. Ia merasakan ada sesuatu yang aneh dari orang itu, sesuatu yang akan menghalangi kesuksesannya mendekati IU.

Continued to part.2

******

I just want to say dont forget to comment~ *dancing*

8 responses to “How I Love You (1/3)

  1. Pingback: How I Love You (2/3) | Cappuchino In Your Life·

  2. Pingback: How I Love You (3/3) | Cappuchino In Your Life·

Will You Give Me A Happiness? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s