How I Love You (2/3)

howiloveyou

PART.1  | PART.2

IU dan Suzy pulang bersama, sementara Hyorin sudah pulang duluan karena ada urusan. Wooyoung, Junho, dan Mir ikut di belakang mereka. Suasana tenang-tenang saja sampai Yoseob datang menghampiri IU. 

“IU!” panggilnya akrab. IU menoleh dan tersenyum pada Yoseob.

Annyeong, Yoseob-ssi.” Sapa IU. “Apa aku mengenalmu sebelumnya?”

“Kamu lupa padaku?” tanya Yoseob tidak percaya, IU hanya memasang wajah bingung dan mengangguk. “Aku Yang Yoseob, teman sebangkumu saat kelas 3 SD lalu pindah ke Busan.”

“Ooh, kamu! Ah aku tak mengenalmu karena kamu sudah beda, mianhae yaa!” IU menunduk malu, wajahnya memerah. Yoseob hanya tertawa, lalu tersenyum.

Gwenchana.” Ujarnya ramah.

Wooyoung, karena tidak tahan melihatnya, dia melompat antara Yoseob dan IU, lalu berseru, “Waaah kau sempat tinggal di Busan? Aku lahir disana! Itu kampung halamanku! Yo bro~ I’m in you~” teriak Wooyoung sok kenal. Junho malu dan menepuk jidatnya sementara Mir hanya bengong.

“Ah i––iya, omong-omong IU––” lagi-lagi, Yoseob memanggil IU. Wooyoung bertambah panik mendengarnya.

“Ah––AH! Hei, kamu tahu peer hari ini kan? Susah sekali, ya! Junho~ Mir~ ayo kita kerjakan sama-sama! Duluan ya, Yobose!” Wooyoung langsung mendorong IU dan menarik Junho dan Mir untuk ikut, sedangkan Suzy hanya bisa meminta maaf dan berlari mengejar mereka. Yoseob memandang mereka dengan tatapan aneh, lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Ayo~ kita kerjakan peernya! Banyak sekali, ya? Besok repot ya! Ada ulangan segala!” Wooyoung makin salah tingkah. Suzy, Junho, dan Mir tidak bisa berkomentar apa-apa selain hanya memperhatikan namja itu mengoceh tidak jelas.

“Tapi Wooyoung, kita kan baru masuk, jadi belum dikasih peer. Ulangan masih terlalu awal juga, kan?” ujar IU. Wooyoung langsung diam dan mencari alasan paling bagus untuk mengelak.

“A––ah! Maksud Wooyoungie ini peer untuk main games bersama? Eh peer dan ulangan yang ada di bimbingan belajar kami maksudnya! Dia lupa kamu tidak ikut bimbingan belajar! Ahahaha ahahaha..” Junho memberi alasan, tapi malah terdengar sangat maksa. IU mengangguk dengan ekspresi bingung.

Suzy hanya geleng-geleng dan akhirnya berbisik, pada Wooyoung, Mir, dan Junho. “Biar IU kuurus, kalian pergi saja.” Perintahnya. Junho, Wooyoung, dan Mir langsung mengangguk cepat.

“Sudah yaa, daah!” Junho mendorong Wooyoung dan Mir meninggalkan mereka, lalu segera berlari dengan tergesa-gesa menuju rumah. IU tambah bingung dengan kelakuan mereka.

******

Setelah jauh dari Suzy dan IU, mereka berhenti sebentar dan mengatur nafas masing-masing.

“Kau gila? Dunia bisa terbalik sampai aku berniat ikut bimbingan belajar!” seru Mir sambil menghapus keringatnya.

“Kalau mau menyalahkan, salahkan Wooyoungie yang salah tingkah dan bicara nggak dipikir dulu!” Junho juga mengelap keringatnya dengan sapu tangan.

“Kalian tahu sendiri, aku cemburu dan tanpa sadar aku jadi begitu!” Wooyoung memberi alasan. Mereka bertiga nggak kuat berantem karena capek fisik dan psikis. Akhirnya mereka sibuk menasehati satu sama lain dan berjalan pulang bersama.

******

Malamnya, Wooyoung menelpon Eunhyuk dan Donghae dengan conference call, setelah nada sibuk beberapa kali, barulah mereka angkat.

“Hey baby~ iya aku juga cinta kok~” sapa Eunhyuk, Wooyoung langsung menjauhkan telinganya dari telepon.

“Hai cantik, maaf ya, tadi sibuk banyak yang telpon~” terdengar suara Donghae dari seberang telepon. Wooyoung menyenderkan badannya dengan lemas ke dinding.

Hyung,” ujar Wooyoung sambil menghela nafas. “Periksa dulu nomornya sebelum mengangkat.”

“LOH? KAMU WOOYOUNG!?!?” Eunhyuk histeris dan terdengar suara ponsel yang dilempar.

“Aib terbesar dalam hidup..” ujar Donghae, terdengar suram.

Hyung, yang salah bukan aku, dasar babo. Kalian terlalu banyak memikirkan cewek! Pilih aja satu!” seru Wooyoung dengan nada kesal.

“Dan meninggalkan gadis lain yang sama manisnya? Aku nggak tega..” ujar Donghae, mendramatisir.

“Gadis yang kupilih sudah kau ambil, sih.” Eunhyuk menuduh Wooyoung.

“Hei, kau sudah janji akan membantuku, jadi jangan protes! Nah sekarang, gimana nih?? Ada cowok bernama Yobose eh siapa itu, oh! Yoseob! Dan dia kelihatannya sedang mendekati IU.” Jelas Wooyoung dengan nada khawatir. “Mereka sudah kenal sejak SD.”

“Wow.” Donghae berdecak kagum. “Yang Yoseob kelas 1D? Yang bersuara manis dan berwajah imut itu, ya? Sayang bukan cewek. Kubilangin saja, mengejar seseorang tanpa ada tantangannya itu kurang seru.”

“Apasih yang kalian tak tahu…” Wooyoung berbicara dengan heran. Rasanya kedua hyungnya ini tahu apa saja tentang manusia-manusia yang ada perguruan Samyang.

“Apa kau tak ada orang lain yang bisa membuat IU cemburu gitu? Kayak, teman dekat?” tanya Donghae.

“Jangan bilang begitu, Hae. Dari wajahnya dia ketahuan cowok innocent yang nggak dekat sama banyak cewek..” bisik Eunhyuk, tapi tetap saja bisa didengar Wooyoung. “IU nampaknya menyukaimu, babo dongsaeng! Hanya tinggal dibuat cemburu sedikit agar bisa membuatnya menunjukkan perasaannya!”

“Sudah kubilang tak ada yang bisa diminta tolong, aktingnya harus jago…” ujar Wooyoung, lemas.

“Kami sih ada dimana-mana fansnya, oh iya kau nggak laku sih ya..” bisik Eunhyuk lagi. Wooyoung berteriak protes pada kedua hyunginya ini. Malam terlewat dengan Eunhyuk dan Donghae yang sibuk curhat sedangkan Wooyoung hanya menanggapi sekenanya. Memang kalau kedua orang itu sudah mulai kumat, Wooyoung tidak bisa bicara apa-apa lagi.

******

The next day…

Hiruk pikuk di kelas 1A. Bel sudah berbunyi dan seosangnim masuk ke kelas dengan membawa seorang anak perempuan. Semuanya segera kembali ke tempat duduk masing-masing dan bertanya-tanya siapa gadis itu.

“Selamat pagi semuanya, hari ini kalian dapat teman baru. Silakan, perkenalkan namamu.” Seosangnim mempersilakan gadis itu untuk memperkenalkan diri, gadis itu maju ke depan dan mengenalkan dirinya sambil tersenyum.

Annyeong haseyo, Bekah imnida. Mohon bantuannya.” Ujarnya, semua murid bertepuk tangan kecuali Wooyoung yang sedang sibuk memperhatikan IU.

“Baiklah, kamu duduk di sebelah Wooyoung-ssi. Wooyoung-ssi, bisa tolong angkat tanganmu?” pinta seosangnim. Wooyoung masih bengong menatap IU.

“Angkat tanganmu, bodoh!” bisik Mir seraya melempar gulungan kertas ke kepala Wooyoung.

“Aish!” Wooyoung mengelus kepalanya dan menatap Mir dengan tatapan kesal.

“Wooyoung-ssi, angkat tanganmu.” Perintah seosangnim lagi. Wooyoung mengangkat tangannya. Bekah berjalan menuju bangku di sebelah Wooyoung dan duduk dengan manis di bangku itu. Wooyoung memperhatikannya dengan bingung.

“Itu siapa?” tanya Wooyoung pada Mir yang duduk di belakangnya.

“Itu Bekah, murid pindahan. Kau sih daritadi bengong memperhatikan IU terus!” bisik Mir, Wooyoung hanya mengangkat alisnya, lalu menoleh pada Bekah lagi. Tatapan mereka bertemu.

“Bekah imnida,” sapanya seraya tersenyum manis.

“Ah, Jang Wooyoung imnida.” Wooyoung membalas sapaannya dengan sebuah anggukan. IU sedaritadi memperhatikan mereka dan menggigit bibirnya, lalu kembali memperhatikan seosangnim.

“Ah Wooyoung-ssi, pinjamkan bukumu pada Bekah, ya? Hanya untuk hari ini saja.” Perintah seosangnim. Dengan malas-malasan Wooyoung memberikan bukunya dan kembali menatap IU. Bekah menelusuri tatapan mata Wooyoung dan tersenyum saat melihat IU.

“Hei,” ujar Bekah. “Kau suka gadis yang disana ya?”

Ne––apa!? Nggak!” sergah Wooyoung dengan panik. Bekah mengangguk-angguk dan tersenyum evil.

“Akan kubantu,” katanya. “Asal kau kenalkan aku dengan cowok-cowok ganteng sekolah ini. Kulihat kau cukup gaul.”

Wooyoung hanya menatapnya dengan wajah heran. “Apa? Memangnya kau tak bisa kenalan sendiri?”

“Diam dan kenalkan saja aku pada mereka.” Sekarang, nada suara Bekah tegas dan menatap Wooyoung tajam. “Sepertinya kau sedang bingung bagaimana cara mendekati gadis manis itu.”

“… Iyasih…” ujar Wooyoung, terpaksa mengaku. Bekah tersenyum puas.

“Deal?” Bekah mengulurkan tangannya sebagai tanda persetujuan. Wooyoung mengangguk dengan ragu dan menjabat tangan Bekah.

******

“Wooyoung, kamu mau ikut ke kantin?” ajak IU pada Wooyoung yang sibuk memasukkan buku ke tasnya.

Bekah yang sedang duduk di sebelah Wooyoung berbisik pada namja itu. “Jawab tidak, kita buat dia cemburu.” Katanya.

“Tapi aku jarang diajak dia!” bisik Wooyoung, tapi Bekah malah menatapnya tajam. Wooyoung ketakutan melihatnya, lalu menelan ludah.

“Ah, maaf  IU, aku ada urusan dengan orang.. Ini.” Wooyoung menunjuk Bekah. Sebenarnya ia tidak yakin wanita itu orang.

IU mengangguk mengerti dengan memasang ekspresi kecewa, lalu tersenyum, dan pergi. Sebenarnya di dalam hatinya, ia ingin sekali makan dengan Wooyoung, tapi Wooyoung malah menolaknya. Dengan alasan karena dia mempunyai urusan dengan Bekah. Apa memang mereka sudah dekat?

Bekah mengangguk-angguk sambil menatap sosok IU yang menjauh darinya. Ia mulai dapat menerka perasaan yang dirasakan gadis itu.

“Baiklah.. Mulai dari yang paling dekat denganku saja. Junho! Mir!” Wooyoung memanggil kedua sahabatnya itu. Junho dan Mir berjalan mendekatinya.

Annyeong haseyo, Bekah imnida.” Bekah langsung memperkenalkan dirinya sambil tersenyum manis.

“A––ah, Lee Junho imnida.” Balas Junho sambil mengangguk dan tersenyum.

Annyeong, Bang Mireu imnida!” seru Mir dengan semangat. Setelah ngobrol beberapa saat, Bekah dan Wooyoung berjalan menuju tempat lain.

“Junho-ssi itu… Orangnya ramah dan menarik, lucu, juga malu-malu. Bisa dibilang dia itu setia dan penjaga perempuan yang baik. Ah, dia terlalu baik untukku, jadi untuk sementara kusimpan dulu.” Bekah mengambil kesimpulan, Wooyoung hanya bisa melongo mendengar cerocosan wanita di sebelahnya. “Kalau Mireu-ssi orangnya lucu dan heboh, bersemangat dan kekanakan. Terlihat kalau orangnya bebas dan seorang mood booster, tapi nggak terlalu tertarik dalam percintaan. Kalau saja dia lebih dewasa dan sensitif, boleh juga.”

Wooyoung hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal, sepertinya dia telah berkenalan dengan orang aneh. Dan berbahaya.

“Kau bicara apa sih daritadi?”

“Sssst, diam. Ada cowok oke tuh.” Bekah berbisik pada Wooyoung, jari telunjuknya mengarah pada Eunhyuk dan Donghae yang tengah mengobrol di lorong sekolah. Wooyoung langsung malas melihat kedua orang itu, tapi apa boleh buat, akhirnya ia mengantar Bekah ke tempat kedua hyungnya itu.

“Ah, siapa gadis cantik ini, Wooyoung-ssi?” tanya Donghae pada Wooyoung, lalu berlutut dan mencium punggung tangan Bekah. “Annyeong, Lee Donghae imnida.” Katanya sambil mengedipkan mata.

Eunhyuk mengangkat dagu Bekah dengan jarinya, dan tersenyum manis. “Eunhyuk imnida. Boleh aku tahu namamu?” katanya. Wooyoung menahan geli saat melihat kejadian ini.

Bekah tersenyum mengerti dan kembali tersenyum manis. “Bekah imnida. Kalian nakal tapi benar-benar mempesona, Oppa.” Katanya. Eunhyuk dan Donghae merasa senang dan sibuk menggodanya, dan dengan ahli Bekah menanggapi mereka dengan kata-kata manis. Setelah selesai, Bekah dan Wooyoung pergi.

“Hmm… Mereka tipe playboy penggoda, ya? Jujur, mereka orangnya ganteng tapi agak bodoh, gawat juga nih, hampir saja aku masuk ke dalam lautan pesona mereka, kalau tidak aku bisa jatuh cinta. Tipe yang bikin perasaan bahagia tapi nggak menantang karena semua gadis diperlakukan sama. Nggak deh,” Bekah kembali mengambil kesimpulan. Wooyoung menatapnya dengan pandangan antara heran dan takut.

Bel pun berbunyi dan mereka masuk ke kelas.

“Wooyoung-ssi dan Bekah akrab sekali, ya? Apa mereka saling kenal dari dulu?” tanya seorang anak perempuan di kelas pada Suzy.

Suzy hanya mengangkat bahunya dan memperhatikan Wooyoung. Wooyoung—yang merasa sedang diperhatikan—menoleh pada Suzy dan mengedipkan matanya, tanda bahwa dia sedang berusaha membuat IU cemburu. Suzy mengerti dan berniat memanas-manasi IU.

“Aigoo, mereka dekat sekali ya, IU! Jangan-jangan pacaran?” seru Suzy seraya tersenyum geli.

“… Mungkin saja…” gumam IU dengan wajah lesu. Hatinya merasa kesal entah kenapa saat melihat Wooyoung dan Bekah bersama.

Continued to part.3

One response to “How I Love You (2/3)

  1. Pingback: How I Love You (3/3) | Cappuchino In Your Life·

Will You Give Me A Happiness? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s