I Will Follow You Into The Dark (Prologue)

iwillfollowyouintothedark

Di mana-mana, semuanya merah.

Tubuh lelaki itu… Serta tubuhku, semuanya merah, tanpa terkecuali.

Aku hanya diam membeku, tanpa bisa membuka mulut sekali pun.

Aku dijebak.

Aku dijebak oleh orang yang sudah mati. 

******

“Kenapa kita di sini?”

Lima orang remaja berdiri di depan sebuah rumah tua yang tidak dihuni lagi, yang berada di pinggir kota. Pohon beringin besar dan kokoh berdiri di depan rumah ini, membedakannya dari gedung-gedung lain. Modelnya rumah barat, tipe rumah yang sering ditinggali para bangsawan. Kira-kira, umurnya sudah ratusan tahun.

“Kita disini untuk menyembunyikan Jieun dari kejaran polisi.” Jawab namja tinggi berambut cokelat. Ia menatap tajam teman-teman di depannya dan mengambil nafas dalam-dalam, “… Juga untuk mencari bukti bahwa kematian dua orang itu bukan salahnya.”

Namja itu merangkul seorang gadis yang tengah gemetaran. Wajah gadis itu pucat, ia menggigiti kuku jarinya sendiri. Sekarang ini kondisinya sedang tidak bagus, dan yang bisa dilakukan teman-temannya hanya menenangkannya.

Tiga orang lainnya—Baro, Henry, dan Amber, hanya diam saja sambil sibuk mengunyah permen karet. Tidak disangka namja yang berdiri di depan mereka—Kevin, membangunkan mereka pagi-pagi buta hanya untuk memanggil ke depan rumah tua yang sama sekali tidak pernah mereka harapkan untuk dikunjungi.

“Jaejin sudah dihubungi?” tanya Kevin, seraya memandang ke Amber, si yeoja berambut pirang yang tengah memainkan ponselnya.

“Sudah. Tidak diangkat.”

“Setahuku dia ada latihan ngeband dengan teman-temannya semalam. Biasanya sampai larut, kan?” sahut Henry, disambut dengan anggukan dari Amber.

“Ck. Kebiasaan. Yah sudahlah, tinggalkan saja dia. Ayo kita masuk.”

“Masuk? Tidak akan! Kau tahu rumah itu terkutuk? Kau tahu rumah itu dilarang untuk dimasuki karena kejadian itu!?” seru Baro histeris. Apa-apaan pemuda ini? Dia pasti sudah gila! Masuk ke dalam rumah ini sama saja bunuh diri!

“Hei… Kau ini sahabat Jieun atau bukan? Kasihan kan dia, terus-terusan dituduh padahal itu sama sekali bukan salahnya! Ini saat yang tepat untuk mencaritahu!” balas Kevin, lalu melirik ke arah dua orang lainnya yang hanya diam saja. “Ya, Amber, Henry, kalian mau bantu atau tidak?”

“Boleh. Aku tidak tahan melihat Jieun diperlakukan seperti itu.” Jawab Henry cepat. Sedangkan Amber hanya mengangguk.

“Baiklah. Ayo, masuk.”

Kevin membuka pintu, terdengar suara decitan pintu kuno yang menggema di dalam ruangan. Terasa aura dingin yang menusuk tulang, membuat gemetar Jieun bertambah hebat. Semuanya terkejut melihat yeoja itu mulai terisak sendiri.

“Jieun! Tidak apa-apa??”

“… Hah… Tidak apa-apa… Kita harus masuk… Kita… Harus masuk…” ujar Jieun, terengah-engah. Yeoja ini nampaknya tidak mampu untuk mengangkat kepalanya, seakan ada sesuatu di atasnya yang membuatnya tidak berani memalingkan wajahnya.

Kevin kembali merangkul yeoja itu, dan menuntunnya masuk.

Mereka berlima masuk secara bergiliran. Kevin menggiring Jieun yang masih gemetaran untuk masuk ke dalam, diikuti dengan Henry dan Amber yang masih sibuk mengunyah permen karet. Sedangkan Baro mengendap-endap di paling belakang dengan ragu-ragu.

“… Aku melakukan ini untuk Jieun… Kalau tidak, aku tidak akan pernah masuk ke dalam rumah ini…” bisik Baro pada dirinya sendiri, berusaha menguatkan hatinya.

Selangkah setelah kaki kanan Baro menginjak lantai rapuh rumah itu, pintunya langsung menutup dengan perlahan begitu saja. Membuat detak jantung Baro bertambah hebat, membuatnya mempererat genggaman tangannya yang basah.

Krieeet…

“Hei, Baro, sedang apa? Jangan hanya diam di situ!”

“Ke—Kevin…”

Terasa aura dingin dari belakang.

Baro ingin menoleh, tapi tidak bisa. Seakan aura itu mengeluarkan nafasnya yang dingin tepat di belakang tengkuknya. Membuat keringat terus membasahi dahi namja yang gemetaran itu.

Mendadak, aura itu menghilang, entah kemana. Membuat namja itu langsung terduduk di lantai, antara ketakutan dan lega.

“…!”

Jieun membelalakkan matanya. Merasakan lagi aura menusuk yang ia rasakan pada malam itu… mengingatkannya lagi pada kejadian berdarah yang menimpanya. Ia tidak mau mengingatnya, tapi aura itu seakan terus-terusan mengelilinginya dalam gelap, terus-terusan menghantuinya.

“… Apa… Maumu…?” ujar gadis itu pelan.

Terdengar suara tawa kecil yang bergema di telinganya. Suara itu memenuhi kepalanya, dan membuatnya tidak mempunyai pilihan lain selain mendengar.

“Ya, kau tidak akan bisa lari lagi. Tidak akan bisa…”

“Lee Jieun…”

To be continue

******

Leave a comment, please?

13 responses to “I Will Follow You Into The Dark (Prologue)

  1. Waahhh ada efef baru lagi! Ffmu bagus kok fikha, ga kayak sini ancur lebur, wkwk… Bahasanya itu loh… Keren..keren.. Bgt deh
    ditunggu lanjutannya yaaa FIGHTING

    • sebenernya ini FF udah lama sih eonn… #ditabok makasih eonnie heheee lagi miskin pembaca WP pribadiku eheh==” *garukgarukkepala*
      bahasa abalan ituuu..
      sipp! neomu gomawoyo eonnie😄

    • detektif? mungkin adaaa #ditabok #jawabanmacamapa
      aku sukanya bikin FF yang genrenya fantasy terus dark dan mystery gitugitusiih😄
      gomawo readmennya~~

  2. asyik.. kyknya bakal seru nih FF ^o^
    mau main detektif2an yah ? yay !! *jingkrak2* #banting guling (?)

    rada horor ya ini FF, saya yg baca aja agak merinding X) keke

    • detektif-detektifan? sepertinya ini bukan games… #jejejejeeeng
      ah serius eonn? kata temenku yang pecinta horror katanya kurang serem=A= sebenernya aku gaterlalu suka horror, tapi aku suka misteri:/ #nah

  3. Pingback: I Will Follow You Into The Dark (1/3) « Cappuchino In Your Life·

  4. Oke aku buka nih fanfic cause ada yayang Baroku~ >_<

    Ini prolog kan? Oke tadi aku lihat udah ada lanjutannya, jadi aku baca dari awal aja – dan demi menghindari saya jadi siders😄 – aku lanjut ya bacanya😀

    • Hampir semua fic B1A4 ku selalu menistakan Baro kok..==v

      Iya, ini prolog😀 *nunjuk judul* yeheey terima kasiiih😄 okedeh, gomawo readmennya yaaa

  5. demi apa demi apa demi apa nemu ff henber indo?? kyaaa kyaaa kyaaaa. Oke, ini blm baca aja uda spazzing (yep, i even have not read this YET) lol😄
    tapi mau simpen dlu, ntar pasti baca, hehe x)

Will You Give Me A Happiness? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s