Forever

forever

“Aku harus membunuhmu, Soojung.” 

Posisi Jung Soojung kini berdiri di sudut mati gedung tua dengan komposisi cat kelabu bercampur broken white. Dinding retak dan keropos, tak lagi kokoh sebagaimana gedung tersebut berdiri dahulu, mulai dilahap rakus oleh sang waktu.

Soojung memandang cemas dengan sepasang mata kuyunya ke arah pria dihadapannya. Tiada berkata, bibir pucatnya hanya terbuka sekelumit untuk membuang napas. Sia-sia kakinya berlari dalam kurun waktu dua jam jikalau berujung pada nestapa.

Revolver dengan kaliber emas yang digenggam sang pria ditodongnya pada Soojung. Ia tahu kaki gadis itu telah kehilangan seluruh energinya, tak mampu bergerak lagi.

“Ada apa denganmu? Apakah kau baik-baik saja?” Akhirnya, Soojung berkata lirih. Ia tersenyum pilu, lututnya sekonyong-konyong terasa lemas dan mengharuskannya untuk menjatuhkan diri sebelum peluru di perutnya yang tadi telah disarangkan oleh Kim Myungsoo yang meraup tubuhnya. Bukannya menghardik dan mempertanyakan perihal mengapa sang pria mengejar dan menembakinya tanpa alasan, Soojung malah mengkhawatirkan kondisi aneh Myungsoo.

“Kau tahu alasanku,”

Ekor mata Soojung memicing, tertuju pada pemuda rupawan yang kerap memasang topeng dinginnya itu. Alih-alih memandangnya dengan menyiratkan ketakutan, Soojung mengembangkan ukiran senyum tanpa henti. Myungsoo nampak sedikit linglung, dan dia tahu ada yang salah.

“Seharusnya kita dapat menarik diri dan kembali menjadi dua orang asing sebelum mengikat rantai terlarang.”

Keduanya memberi jeda sebelum salah seorang mulai berbicara lagi.

“Lantas maksudmu itu—ah, aku mengerti….” Tubuh Soojung sempoyongan, dengan sekuat tenaga ia berusaha mempertahankan diri dengan sepasang kakinya yang mulai letih, “jikalau dipikir kembali, ini memang yang terbaik, ya? Sekarang aku mengerti mengapa datang-datang kau langsung mengejar dan mengincarku dengan pistolmu. Aku teringat saat aku mengatakan bahwasanya dunia tak ada artinya jika kita tak berdua, bukan begitu?”

“Sungguh… maafkan aku, Soojung. Tapi andaikan tidak kulakukan ini, kita—”

“Tidak, ini beratus kali lebih indah dibanding dibunuh kawanan gelap itu, cepat atau lambat akan terjadi pula. Tapi Myungsoo, aku tidak ingin menjadikanmu sebagai pembunuhku….” Soojung berkata kelu. Ia menelan saliva.

“Tak apa. Akulah yang memilih ini, tanganku sudah terlanjur kotor semenjak kali pertama jariku menekan pemicu beberapa tahun silam. Atau kau juga boleh membunuhku, kita menembak bersama-sama.”

“Tidak, aku tidak mau. Silakan saja,” Soojung menggelengkan kepala. Sorotnya yakin dan lugas tanpa keraguan, terakhir kalinya ia gunakan hanya untuk menatap lekat-lekat satu-satunya pemuda bernama Kim Myungsoo. Ia melanjutkan, “terima kasih, dan aku mencintaimu setulus hati… Myungsoo.”

Myungsoo tersenyum pilu, membalas pernyataan Soojung dengan ulasan senyum terakhir. Ia menekan pemicu, dan sejurus saja revolvernya meledakkan sebutir parabellum, tembakan dengan akurasi level atas sanggup mengarahkan kaliber dan menancap dengan tepat ke jantung Soojung. Gadis jelita tersebut tertawa kecil, kemudian jatuh bersinggungan dengan lantai. Myungsoo melangkahkan kakinya perlahan, mendekati sang gadis lalu menggenggam erat tangan kiri Soojung yang berhiaskan cincin perak di jari manisnya. Ia memejamkan mata kemudian mencium cincin itu, selama yang ia bisa. Myungsoo tak bisa menangis, hal ini terlalu menyakitinya.

“Inikah yang kauinginkan?”

Seorang pria paruh baya dengan beberapa anak buahnya yang berpakaian hitam sampai di lokasi. Ia menatap dingin siluet kokoh Kim Myungsoo, yang berada pada jarak lima meter di depan dan membelakanginya.

“Ya… ini jalan terbaik yang dengan egoisnya kupilih demi aku dan Soojung. Tiada cara lain.”

“Meski kau berbuat begitu, tetap saja pengkhianatanmu terhitung fatal dan tak bisa dimaafkan. Berniat menikahi gadis yang memiliki hubungan darah dengan musuh, hal itu sungguh tidak menutup kemungkinan kau akan berpindah alih! Meskipun kau membunuhnya, kau pasti kerap mendendam pada kelompokmu dahulu. Kurasa senapan sudah cukup ampuh untukmu, ya?” kata sang Pemimpin.

Tanpa menoleh, dan masih mengecup punggung tangan Soojung, Myungsoo membalas, “Aku tak berminat menyimpan dendam untuk manusia penjelma dan tak ada niat untuk kembali ke pihakmu. Lakukanlah.”

Senapan dibidik salah seorang anak buah, dan sepersekian detik kemudian peluru telah dilepas dan menembus tempurung kepala Kim Myungsoo. Ia limbung, namun menyempatkan diri memandang kekasihnya dengan sorot teduh, lalu berbisik pelan:

“Aku juga sangat, sangat mencintaimu, Soojung.”

Ia jatuh ke samping dengan tangan besarnya yang masih, dan akan selalu, menggenggam tangan Soojung yang mulai mendingin. Menemani dan bersamanya kembali, tanpa berpisah dan adanya pertentangan lagi.

Walau pun terlahir berkali-kali, kendala simpang-siur menghadang, dan cara yang terbaik hanyalah mati, aku tetap ingin bersamamu. Setelah kusadari, tiada mampu diriku menarik diri dari hadapanmu. 

Karena semenjak manik kita bertemu, aku telah memilih untuk mencintai.

Cincin di jari manis keduanya yang saling menyilang satu sama lain menjadi bukti untuk rantai ikatan berikutnya.

fin.

1st: Jinki&Sunyoung: Angel On Earth |

***

tumblr_m5fvl3BOYP1rqhy5xo1_500

kira-kira… beginilah ekspresi mereka berdua! cr: soostal

Next: Visual and her oppars

12 responses to “Forever

  1. whoahhhh!!!! myungsooo!! aw aw, meski ga terlalu dapet feelnya tapi masih ngertilah alurnya kkk~ myungkrys(?) shipper ya? o.o itu gif terakhirnya pas bangettt

  2. Fikha, ini bner” miris bget
    jdi critanya mreka tu msuhan tp sling cnta ya? #apadeh
    hmmm. . Emg krang dpet sih feelnya tp keren kq
    plg miris wktu l nembah jantungnya krys
    ditggu o ficlet” slnjtnya😀

  3. Pingback: [Ficlet] Can’t Leave | Cappulatte·

  4. Hm~~ menurutku feelnya dapet kok😀 awalnya sih bingung kenapa krystal dikejar2 sama L gitu.. tapi akhirnya yah.. tahu juga /slep/ kasihan mereka…😦 ini kayak cerita yang diambil endingnya.. kalo ada awalnya pasti tambah keren😀 keren2 .. beneran😀

  5. ahh fika, kurang ‘ehem’ sedikit lagi, jadi gemes bacanya😄
    nah ya, itu gifnya bener-bener pas banget, aduh myungsoo bisa gitu juga ya rautnya ahhh :3
    nice fic~

  6. Pingback: Who Are You? | Cappulatte·

  7. Pingback: Who Are You? | Indonesia Fanfiction Kpop·

Will You Give Me A Happiness? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s