KEY

KEY

Namanya Kim Kibum, dia mengalami suatu insiden yang dirinya sendiri tak mengerti. 

.

.

.

Namanya Kim Kibum, namun kawan-kawannya memanggilnya Key. Dia duduk tercenung di bangku taman, sorotnya menelusuri berbagai benda yang tampak dari lingkup pandangannya. Kotak pasir, perosotan, jungkat-jungkit, dan anak-anak yang berlarian. Indera pendengarnya menangkap suara gelak tawa, jeritan keras seorang anak perempuan yang menangis lantaran balonnya pecah, beserta lagu-lagu bernada ceria yang keluar dari microphone kedai es krim berjalan. Namun tak satu pun dari hal-hal tersebut yang sanggup membuat Key sekadar menyeringai kecil. Sekarang, dia merasa bingung sekaligus kalut. Perkara apakah yang merundunginya?

Tadi pagi, sahabatnya Jinwoon meninggal. Ini di luar perkiraan siapa pun, lantaran Jinwoon masih segar dan tersenyum luar biasa cerah kemarin malam, usai Key, Jinwoon, Minho, Mir, Jaejin, Woohyun, Dongwoon, Min, dan Nicole melaksanakan pesta kelulusan di rumah Dongwoon.

Kecelakaan, katanya.

Jinwoon pulang lebih dulu, sisanya masih bersenang-senang hingga larut. Pukul dua belas, mereka dikabari lewat telepon oleh orang tua Jinwoon bahwa Jung Jinwoon telah mengembuskan napas terakhirnya setengah jam yang lalu. Key terkejut—sangat terkejut. Padahal Jinwoon berjanji padanya semalam, hari ini akan mentraktir makan dan membicarakan sesuatu berdua. Barangkali tentang Jinwoon yang bermaksud mengajak kekasihnya bertunangan dan hendak meminta bantuan Key, atau apa pun.

Pemakamannya pagi ini, namun hanya Nicole yang mengetahui di mana tempatnya—dia yang menjawab telepon—dan Nicole tak mampu memberitahu karena suaranya mendadak nyaris hilang, bicaranya tersendat-sendat hingga tiada yang mampu menangkap apa yang dia katakan. Diiringi air mata yang berlinangan, dia tidak berbicara lagi sepanjang malam.

Akhirnya, Min mengatakan pada semua bahwa lebih baik mereka berkumpul di taman kota pukul tujuh pagi, menenangkan pikiran, kemudian berangkat ke lokasi bersama-sama. Mereka setuju, dan hal itulah yang membuat Key berada di sini. Namun menunggu berapa lama pun, tidak ada yang datang, alih-alih Key sudah datang satu jam sebelum waktu perjanjian. Ini sangat aneh.

Pukul setengah delapan, Key berlari dari taman, mengunjungi rumah Jinwoon. Siapa tahu ada perubahan rencana, atau mereka sudah pergi lebih dulu. Tetapi rumah Jinwoon kosong, tak ada yang menjawab panggilan Key, layaknya tak pernah ditinggali. Key mengambil kesimpulan bahwa upacaranya dilaksanakan di tempat lain—sayang Key tiada tahu-menahu di mana tempatnya. Dia bergegas ke rumah Min, namun ibu Min berkata, bahwa Min pergi dengan kekasihnya.

Oh, barangkali Min memang pergi ke pemakaman dengan Junho. Kemudian Key beralih ke rumah Minho, rumah Nicole, rumah Mir, rumah Dongwoon, rumah Jaejin, hingga rumah Woohyun yang paling jauh. Hasilnya tetap nihil, semuanya sudah pergi. Key tak tahu mereka pergi ke mana, lantaran dia panik dan bergegas meninggalkan rumah-rumah tersebut usai kata ‘pergi’ meluncur dari mulut orang rumah.

Lelah tidak menemukan sesuatu yang dapat membantu, Key kembali ke taman. Dengan putus asa, berharap siapa pun datang ke tempat itu, mencarinya dan mengajaknya pergi ke tempat Jinwoon. Sekonyong-konyong dia berangan-angan, bagaimana bila semuanya lupa bahwa Jinwoon meninggal? Barangkali mereka berpikir segala-galanya yang terjadi kemarin hanyalah mimpi buruk belaka. Tapi tidak mungkin, Minho adalah orang yang paling realistis di antara mereka dan dia pasti tak akan pernah lupa.

Lantas, mereka semua ke mana?

Di mana pemakaman Jinwoon?

Oh Tuhan, Key ingin sekali menjerit keras-keras kalau saja ini bukan taman yang penuh dengan anak-anak. Bisa-bisa bukan hanya dia yang menjerit, semua anak akan terkejut dan menjerit. Setelah Jinwoon meninggal, berita yang akan sampai selanjutnya adalah: Key mendapat gangguan pendengaran.

Dengan langkah timpang, Key melangkah ke arah kedai es krim, berniat mendinginkan kepala. Namun kala dia berbaris, kakinya terantuk batu dan dia limbung, jatuh ke depan.

Di hadapannya ada seorang anak lelaki bertubuh kecil.

Oh, tidak!

Key jatuh, tubuhnya mencium tanah, namun dia menembus si anak kecil. Matanya membelalak, dia terkejut, bergegas bangun dan berlutut kemudian meraba-raba tubuhnya sendiri.

Dia dapat merasakan tubuhnya.

Tapi mengapa?

Tiba-tiba terdengar suara isakan dari jauh. Nicole dan Min muncul dari balik pintu masuk taman, mereka menangis tersedu-sedu, saling bergandengan tangan. Minho, Dongwoon, Mir, Woohyun, dan Jaejin mengekori mereka dengan ekspresi muram. Dan yang terakhir, di belakang mereka… Jinwoon!?

“Aku tidak pernah menduga ini—kemarin Key masih tertawa-tawa bersama kita!” jerit Nicole histeris.

“Dia—dia bahkan hendak mengajakku berbicara dan mentraktir makan hari ini…,” kata Woohyun, suaranya lebih serak dan binar matanya yang selalu berkilat-kilat hilang laksana diterpa angin sendu.

“Apakah itu benar-benar Key? Pemuda yang terbaring pucat tak berdaya itu?” tanya Min kalut.

“Dia memang betul Key, Min. Key sudah meninggal…,” Jaejin berkata lirih. Dia merasa sesak luar biasa kala mengatakan perihal tersebut.

Key terenyak mendengar untaian-untaian kata yang dibicarakan semua kawannya. Dia berlari ke arah mereka, berusaha menyapa Mir yang tengah menangis, mendorong tubuh Dongwoon yang menunduk sedih, memandang manik Jinwoon yang berkaca-kaca….

Nihil. Mir tidak melihatnya, tangannya menembus tubuh Dongwoon, dan Jinwoon bahkan melewati sosok fananya untuk menghampiri Min dan Nicole.

Key terdiam sejenak, dengan penuh keterkejutan dalam hatinya…

… dia sadar.

Dialah yang tertabrak truk semalam. Dia berjalan sedikit linglung kala itu, pening yang berlebih menggerayangi kepalanya setelah tak sengaja meminum sake milik ayah Dongwoon, kemudian kakinya melangkah gontai ke jalan raya, dan berakhir terpental berpuluh-puluh meter dengan sekujur tubuh berlinangan darah.

Rumahnya adalah sebuah pengecualian yang tidak terbesit di kepalanya. Semuanya di sana, berkabung untuk kematiannya.

Key-lah yang meninggal semalam.

.

.

.

fin.

.

.

.

… really?

.

.

.

Key duduk tercenung di bangku taman, sorotnya menelusuri berbagai benda yang tampak dari lingkup pandangannya. Kotak pasir, perosotan, jungkat-jungkit, dan anak-anak yang berlarian. Indera pendengarnya menangkap suara gelak tawa, jeritan keras seorang anak perempuan yang menangis lantaran balonnya pecah, beserta lagu-lagu bernada ceria yang keluar dari microphone kedai es krim berjalan. Namun tak satu pun dari hal-hal tersebut yang sanggup membuat Key sekadar menyeringai kecil. Dia bingung sekaligus kalut.

Di tengah kebingungannya, seorang anak lelaki menghampirinya. Rambutnya hitam, tatapannya kosong, pipinya gempal, dan irisnya cokelat kelam.

“Sedang apa?” tanya anak itu.

“Ah—maaf Dik, kurasa ini bukanlah hal yang menyenangkan untuk dibicarakan.”

“Oh—tidak apa-apa. Aku senang mendengar cerita orang,” kata anak itu, bibirnya mengulas senyum tipis. Dia mengambil tempat di sebelah Key, kaki kecilnya yang tidak menyentuh tanah diayun-ayunkan.

“Temanku meninggal,” Key mulai kalut lagi, tangannya mencengkeram rambutnya sendiri, punggungnya merunduk hingga perutnya nyaris menyentuh paha. “Semua kawanku seharusnya berkumpul di sini, menenangkan pikiran dan pergi ke pemakamannya bersama-sama. Tapi mereka tidak ada di mana-mana….”

“… siapa nama teman Kakak?”

Key terdiam sejenak. Dengan perlahan, dia menjawab, “Jinwoon….”

Keheningan pekat menyelimuti mereka berdua, menghiraukan bunyi-bunyi berisik yang berasal dari benda-benda, pun orang lain. Mereka terdiam cukup lama, hingga si anak membuka percakapan kembali.

“Key, biarkan aku memberitahu sesuatu.”

“Apa? Hei, mengapa kau tahu namaku dan—”

“Barangkali kaulah yang meninggal.”

“Aku—?! Tapi aku yakin aku tidak tertabrak apa pun semalam, aku pulang dengan Minho dan Nicole, tadi pagi aku bangun—”

“Agaknya kau memang tidak meninggal semalam.” Anak itu menatap Key, melihat dari ujung kepala hingga ujung kaki pemuda itu. “… barangkali sepuluh menit setelah lahir.”

Key terlonjak. Dia memperhatikan kedua tangannya yang semakin lama semakin mengecil, dia menyadari bahwa jarak pandangnya dengan anak itu semakin jauh, pun tubuh dan kakinya terasa menyusut….

… hingga berhenti pada satu sosok.

Sosok seorang bayi, masih dengan tali pusat yang melilit pusarnya.

“Keinginanmu untuk hidup sangat besar, Key. Setelah kau meninggal, kau terus menjalani hidupmu seperti kau masih bernapas, hingga akhirnya kau disadarkan untuk segera bangun dari dunia imajinasimu. Keluargamu tidak lagi tinggal di kota ini, tiga bulan usai kau lahir dan meninggal, mereka pindah sejauh mungkin dari tempat yang memunyai kenangan buruk bagi mereka.”

Bagaimana anak ini tahu?

Manik Key kecil bergerak-gerak, air matanya basah dan dia merengek-rengek layaknya bayi yang baru lahir. Anak lelaki kecil itu turun dari bangku, menggendong Key, kemudian berjalan dengan tenang ke luar wilayah taman.

Sekonyong-konyong, sosok anak itu berubah. Sekujur tubuhnya menjadi lebih besar, otot-otot kekar di lengannya terbentuk, dan kaki panjangnya berpijak dengan lebih kuat. Rambutnya tumbuh panjang, ikal, dan berantakan. Bibirnya mengukir senyum masam.

Anak lelaki ini… Jung Jinwoon.

Key masih menangis di pelukannya. Ekspresi Key tampak amat nelangsa, raungannya terdengar menyayat hati.

“Aku pun sudah meninggal di umurku yang ke-enam, dalam wujud anak kecil tadi. Aku sama sepertimu, keinginan untuk hidupku sangat besar, sehingga tanpa sadar aku terus tumbuh dalam dunia yang kubuat sendiri, tidak tahu bahwa diri ini hanyalah sosok fana. Hingga semalam, tubuhku memang betul dihantam wajah truk—namun truk itu menembus tubuhku. Tahu-tahu segala penjelasan masuk ke dalam otakku, dan aku tersadar bahwa semua ini hanyalah khayalanku saja. Tampaknya tubuh kita akan berubah bila tersadar.

“Aku ke sini dan menemukanmu secara tak sengaja. Aku iseng saja bertanya, lantaran selama ini kau pun hidup dalam dunia khayalanku. Sedikit terkejut, ternyata kau menimpali pertanyaanku. Kukira kau mampu melihat makhluk halus, namun dari ceritamu, nyatanya kau tahu bahwa aku—yah, meninggal, padahal seharusnya bila aku sudah tersadar, Jung Jinwoon tidak akan ada lagi di dalam hidup orang lain. Namun kau masih tahu aku, Key. Itulah mengapa aku dapat menyimpulkan bahwa kau sama denganku. Kawan-kawan tidak mengenalku, dan mereka tidak mengenalmu. Min berjalan-jalan dengan kekasihnya, sedangkan yang lain punya urusan tersendiri—tidak ke pemakaman siapa pun, tidak ke pemakaman Jung Jinwoon, atau pemakaman Kim Kibum. Kita orang asing bagi mereka—orang asing yang sudah lama mati.”

Setelah Jinwoon berhenti bicara, Key pun berhenti menangis. Tubuh mereka berdua perlahan-lahan hilang, setitik demi setitik, berbaur dengan sinar mentari pagi.

Begitu banyak yang menginginkan hidup, namun yang hidup dan berumur panjang banyak pula yang menyia-nyiakan kesempatan dan hidup mereka. Mereka mengeluh tentang hal sepele, mencoba bunuh diri, berkata bahwa lebih baik mereka mati, hidup mereka tidak mengesankan, dan sebagainya. Padahal segala-galanya menjadi seperti itu karena mereka yang membuatnya, mereka yang membuat hidup jadi membosankan, hidup menjadi tak ada rasa.

Bagaimana mereka berargumen kepada kita yang menginginkan hidup, Key? 

Tak ada yang mampu menjawab, kecuali mereka yang masih hidup. Mereka yang masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki, namun disia-siakan.

… apa jawabanmu?

fin.

***

Kayanya efek demam bikin saya bertapa dan beginilah hasil yang ada. Inspirasi pertama mau bikin fic Key karena covernya yang iseng-iseng dibikin (terkutuklah Key dan wajah+mata yang asdhfjkehnfcm di situ!) dan inspirasi dua ending yang kontra adalah… berkat M/V Oneshot-nya B.A.P. Sisa plot kepikiran sendiri😀

Yap, terserah kalian lebih suka ending yang mana =)) sebenarnya dua cerita ini berhubungan, cuma ending yang real adalah yang kedua. Di cerita pertama aja udah ada petunjuk kok kalau sebenarnya Jinwoon itu ngga ada, hehehe :B Saya pribadi suka dua-duanya dan sekarang saya mencoba untuk tidak banyak mengeluh, meski saya tau menjelang UN hal itu akan sukar dilakukan. ERGH /gigit soal/

Oke, sekip. Maafkan kalau fic ini luar biasa jeleknya. Mind to review? 😀

57 responses to “KEY

  1. speechles..
    ini apa sih sebenernya!? kenapa keren nauzubillah yaah :”’3
    selalu salah nebak alur dan aku bahagia dengan itu hahaha!
    untuk hal yang gak kamu jelaskan disini, alhamdulillah imajinasiku bisa sampe buat nangkepnya /yesh!
    tapi bingung sama key+jinwoon di ending kedua, mereka tumbuh dalam wujud apa dong? kan mereka udah mati duluan waktu kecil?
    ah sudahlah, kalo ending aku prefer yang kedua sih. ya tuhan!! fikha kamu bertapa dimanah bisa dapet ide semenkajubkan eneh?? ;3
    kesannya baca ini (apalagi part terakhir yang di-italic itu) jadi terenyuh sendiri, bikin semangat ngejalanin idup /cielah hahaha!
    semangat UN-nya fikha!😀

    • alhamdulillaaaah! *sujud*
      muahahah dan aku juga bahagia karena berhasil ngebuat cerita yang (mungkin) twist!
      mereka tumbuh dalam wujud khayalan mereka, pokoknya dari mereka kecil sampai udah segitu tuh karena khayalan dan keinginan yang kuat~
      nah aku juga prefer yang kedua, lebih enak yang itu kan ahahaha aku… aku bertapa di tempat duduk mobil, sambil liat langit sore :3 /cielah
      okeeeh makasih banyaaaak!!!{}

  2. Aku kira entar ada suspensenya gitu o.o

    Suka banget sama paragraf awalnya, menarik banget dan jelas kalo ini darkfic, sama first break fin-nya, i really do like your ‘really?’ line xD Menurutku dipanjangin dikit titik2 pemisah fin sama reallynya, biar tambah greget .-.

    Aku juga suka kata2 terakhirmu. Tata bahasanya juga pas, enak dibaca dari awal sampe akhir. Saking enaknya, tau2 udah selese dan belum nemu point of plotnya ._.

    Cuma kurang sreg sama pergantian kenyataan yg diketahui (ga tau nyebutnya apaan -.-V), apa key ga tau selama ini dia hantu, apakah dia terjebak di dimensi tsukiyomi itachi? xD

    Thumbs up for your fic. Maaf kalo komenku gaje + sotoy bgt _-_

    • dan aku gakepikiran bikin suspense…

      yeay! Alhamdulillah! yah mungkin karena ngerjainnya maghrib gitu ya jadi kesannya dark(?) /apasih/ waaa sarannya bagus! aku juga baru sadar nih, makasih banyak yaa xD

      syukur deh kakak suka^^ eh aku panggilnya apa ya?? fikha 98liner! xD ahh point of plotnya sih simpel aja, jadi key ini udah mati dan dia pengen idup terus selama ini dunianya dia cuma khayalan aja… maaf kl gajelas, abisnya kurasa kalo ditulisnya lebih panjang malah bikin bosen dan bingungin ><

      oalaah jadi begini, pas ketabrak semalam itu jinwoon kan sadar kalau ternyata dia udah lama mati, nah otomatis dunia khayalannya key (yang juga ditinggali jinwoon) terguncang karena jinwoon udah sadar. tapi karena key-nya belum sadar, jadi dunia khayalannya itu semacam jadi ngacak gitu loh, hehe. nah baru deh dia sadar sepenuhnya kala disadarin sama jinwoon. maaf ngebingungin…

      waah aku malah suka komentar kritis kaya gini! xD makasih banyak yaaa<3

  3. Wahh baru sempet otak atik blog kamu
    maklum nyiapin un wkwk

    aduh fik kenapa fanfic kamu bagus banget sih, aku kira di ff ini bakalan banyak yang berperan eh ternyata cuma si kunci doang wkwk
    dan disini kamu juga ngasih sebuah pesan moral kalo kita gak boleh mensia siakan hidup.

    Daebak buat kamu

    • halooo! waah gapapa, harus fokus UN dulu x))

      ahaha iya, cuma si kunci dan jinwoon aja! mungkin aku lagi tobat nih karena ini ahaha. terima kasiiih<3

  4. Oke aku sangat sangat sangat speechless sama ceritanya ._.
    Kenapa oh kenapa ceritanya sangat sulit ditebak (;A;)
    Pemilihan katanya bagus, diksinya juga keren banget huehueh kenapa aku gabisa bikin diksi sebagus iniiiihhh ;;;;;;;
    Aku lebih suka ending yang kedua, bener2 dunia imajinasi yang menjebak(?)😀
    Aduh aku juga kadang suka mikir loh kalo jgn2 aku ini hidup di dunia khayalan(?) >.< /apaansihfai/
    Gatau apa yg harus aku komenin, ini terlalu bagus okeee? ;;;;;;;
    Nice fanfic! And awesome artposter😀
    Like this ^^

    • waaaaa syukur banget deh twist-nya berhasil! takut alurnya kecepetan ;A;
      kalo masalah diksi seringsering baca dan praktekin aja kok kakkk, pasti bisa nanti mainin diksi meski ini juga masih amatir…
      iyap, yang kedua lebih rumit kesannya daripada yang pertama. aku juga pernah mikir gimana kalo yang selama ini kita tinggali itu dunia yang ganyata x)

      terima kasiiih!{}

  5. Woahh… Ada bias saya ternyata… AhahhaXD *tunjuk2 key*
    Ini kerren kerren pake banget!! Sumpah! Kata-katanya bagus, penulisan oke, alurnya rapi, ahh~ pokoknya bkin melayang deh…

    PS: sorry baru bisa komen sekarang, pdahal bacanya udah lama (habis melewati masa UN yang panjang)

    oke, Semangat terus yah nulisnya…:D

    • Key as the main cast! x)
      waaa makasih banyak yaaa<3 gapapa, aku tetap menghargai kok asalkan fic ini dihargai^^ sekali lagi terima kasih banyaaaak!

  6. Sipp…😀
    Seneng deh bsa bca fanfict2 keren kyk gini :3
    ohya, BC aku msih nunggu loh~ semoga bs cpet publish yah… Kan udah free sekarang…:3
    oh, satu lagi! Aku blum sempet intro ya…
    aku…eum… 99 liner, tapi kita satu angkatan kok, percaya deh(?).
    Jadi, manggil nama aja gak papa, ‘kan?

    • woaaah ahaha makasih makasih, fic ini masih abal-abal untuk dibilang keren kok x)
      oh BC secepatnya deh ngeluncurin beritanya, kalo udah dapet kabar hehe😀
      okaaay halo Jess, iyap gapapa! gaada masalah kok sama nama, bahkan kalo kamu lahir tahun 2000 manggil fikha juga ga masalah~

  7. ckck, datang ke-WPmu langsung jumpa ff sekece ini….
    Senangnyaa….
    Ini terlalu keren..keren banget…
    Ga bisa komentar apa-apa, ga bisaaa…ini terlampau bagus!!
    Hhh tapi… kelanjutan BC sama SG nya mana fikh?
    Yaa…semoga semuanya lulus dengan hasil yg sesuai😀

  8. watdehel saya merinding abis fikha! key, urri diva kay? eh salah ketik tuh. kenapa jadi nama saya yang muncul? #apadeh

    ummaagah. saya lama gak kesini, pengen nyari bc tapi malah ketemu ginian disini.

    sebenernya pesannya tajam banget deh. ini nusuk tembus depan belakang. yang udh idup pengen mati. gimana dgn yg mati? mereka pasti ingin hidup. karena di atas dunia kalau dalam keadaan yang waras, gaada org yang pengen mati kan?#stop

    kenapa jadi begini komen saya. eniwei as always. saya envy sama kamu. bisa bikin ff keren kayak gini (dan bc, dll, dll). ah keep writing deh.

    • merinding?? ya mungkin karena aku nulisnya pas maghrib kayanya jadi efek merindingnya kerasa… uri divaaa!!! xD

      silakan cari bc di IFK, kalo di sini sudah hilang ehehehe

      Alhamdulillah pesannya sampai… iyaaak setuju! aku aja belom mau mati, tunggu sampe citacita keraih dulu dan punya cucu baru deh aku mau mati(?). aku juga masih belajar kok kak, terima kasih banyak udah mau luangin waktu buat baca+komentar! x)

  9. fikhaaaaaa~` eonnie datang (?) aku baca fic ini. kok kayak hell girl ya? aku baca hell girl yang ketiga. di ceritain juga, cwenya sbnrnya uda mati tapi ya dia punya keinginan hidup nya kuat bngt makanya bs hidup dalam khayalan jugaaaaa O_O kamu terinspirasi dari hell girl kah? kalau engga maap ya😄 aku cuma tanya soalnya aku penggemar hell girl:3
    aku lebih suka yang pertama~~XD lebih bikin kaget. pas baca key menembus badan anak itu.. aku mikir ‘menembus? nimpa kali ya maksudnya?’ eh trnyata kebawah2…. Keynya yg mati…. c1yUz Q k4get.😄 BUAKAKAK~

    • halo kakaaaak! oh iya, cewek yang rambutnya kalo gambar item-putih tuh putih kan ya(?) intinya cewek yang rambutnya pendek. iyaa gapapa, dan aku pas nulis ini sama sekali ngga keingetan hell girl, baru pas dibilangin orang-orang baru inget tentang hell girl. udah lama gabaca itu di nakayoshi /jugagapernahbelinakayoshilagi/
      ahahaha ooh tumben nih ada yang lebih suka yang pertama hehe terima kasiiih!

      • uwaa pokoknya dia itu calon hell girl generasi ke2😄 itu termasuk baru kok~~ itu di komik return hell girl😄 cuma 3 volume hohoho~ iyaa😄 nakayoshi mahal sekrg /curcol/😄 critanya ga seasik taun 2002-2004 lagi lol. X-D iyaaaah~~~ keren kok :*

      • iyaa return hell girl, tapi yang bertugas tetep ai ya bukannya? si ai ngebebasin cewek itu jadi ai tetep jadi hell girl. eh namanya ai bukan sih?-_-
        iyaaa komik-komiknya ngga seasyik dulu, makanya jadi males beli u,u

      • iyaaa masih ai. si ai ksian sm cwe itu =-= akhrnya dia ttep jd hell girl. lgian pasti fansnya ai ngoceh klohell girl nya dgnti😄 lol km suka baca apa di nakayoshi?

      • iyaa lagian emang ai kok yang cocok buat imej hell girl :3 eummm banyak, karena udah lama gabaca jadi aku udah lupa. pokoknya yang tentang tiga berandal di sekolah sama cewek lemah yang jago masak, terus apa ya? banyak deh, 12 Signs of Zodiac dulu tuh. komik-komik yang dulu pasti kubaca xD

      • bukan di dormitory, jadi ada 3 cowok yang ditakutin satu sekolahan tapi si cewek ini ngga takut sama mereka. yang cowok kelas 1 pinter, pake kacamata, kaya ilmuwan gitu. yang kelas 2 tinggi gede, sekelas sama si cewek. kalo yang kelas 3 rambutnya pirang kaya berandalan, taugaa?

      • itu nakayoshi =-=? lupa aku kayaknya ga ada deh yg itu heuheu.
        eh fik, aku post 3 drabble sekaligus hri ni di ifk…. ga dilarang kan? >o<

      • itu nakayoshi, bukan cherry girl atau apa pun seingetku=w=
        ngga kok, cuma aku kaget aja tibatiba kakak ngeposting banyak gitu hehehe

  10. Dang!!! Ini mah DAEBAK banget taugasih’-‘)b semmm gue heran dapet ide darimana sih aduuuh bisabisa ngalahin jk rowling muahahah/apaansih/
    Gimana BC-nya? Lancar? Kemaren gue mau nyari twitter, tapi namanya pelupa-_____- nunggu banget loh ini ciyuuuusv._.
    Sekalian nih pengen nanya, kamu anak mana sih? Penasaran gitu kan gue stalker masa depan/abaikan/
    KEEP WRITING GOOD FANFICTION!

    Btw, beberapa minggu lalu aku nonton A Song from 2PM di Kbs World. Disitu ada Junhonya. Trus tiba-tiba keinget betapa lamanya aku nggak ngunjungin sweetandsugar. *abaikan tulisan ini*

    • halooo! eh ini masih buatan amatir ;A; sebenernya kebanyakan ide dapet dari hasil bengong, serius. kamar mandi dan mobil itu tempat paling ampuh buat berimajinasi
      J.K ROWLING??!! BELIAU UDAH TINGKAT DEWA!! amiin aja bisa setingkat sama si guru besar(?) yang jelas gue masih di bawahnya xD
      BC lancaaar! ditunggu aja ya kabarnya hehehe udah ketemu kan twitternya?
      anak Jakarta Selatan, boleh kalo mau main ke daerah Pejaten muahahau xD
      I WILL! makasih saraaah!

      Serius? wah thanks to Junho banget nih, kalo gitu biarin aku bikin dia jadi icon sweetandsugar nanti xD

      • Amatir apaan lo expert kali gue aja berimajinasi tapi gak setinggi lo, bikin ff dua hari wbnya dua bulan /apaancoba/ iyaah setuju kamar mandi dan mobil itu uwaaaaw the most inspired place dan pencetus ide deeh pokoknya;;)

        Ehkan kalo lo terkenal gitu lumayan fik biarpun masih dibawahnyaaa /eyaaah/

        Azeep gue tangan gatel mulu nih nyariin bc kalo kesini:$ iya gue udah dapet twitternya dan jarang banget liat lo di tl. Gue pantengin terus tiap jam, lah pas distalk udah 8hrs ago/stalker/ haha iyaaaah samasamaaa!

        Foto junho yang kece dongg kwakwakwaaaa/fangirling/ btw junho seksi ya di A.D.T.O.Y. Naksir nih gue.

      • ahaha anggep aja garagara konsumsi anime gue bejibun xD iyaaa padahal lagi bengong eh tibatiba udah kebentuk satu plot. emang bengong sebenernya sumber inspirasi juga, sih

        amiiiin tapi terkenal karena karya ya, bukan apa-apa hehehe

        weeeees maaf bcnya belom available, kalo mau baca aja existentia deh😀 /inikenapamalahpromosi/ iya jarang ngetweet nih kalo misalnya gaada yang mention, tapi kalo kumat suka ngetweet gajelas kok, cuma jarang kumat di twitter xD

        nanti ajayaaaak ahaha. iya, seksi ya dia di situ, suaranya enak lagi

      • Oh lo suka anime ya gue juga suka sih soalnya disekolah tuh temen yg duduk depan meja doyannya anime jadi gue juga ikutan. Kalo gaada dia yaudahlah gak nonton gue apalagi sekarang liburan panjang banget/curhat/

        Existentia udah gue baca kaliiii dari prolog sampe yg kedua tinggal nunggu yg ketiga nih hehe. Sebenernya nih jujur gue mau ninggalin jejak tapi kelupaan makanya yg nongol yaa cuma di key ini ajaa hihi maafkan aku

        Eh dulu fikha pernah ngasitau mau ngedit poster dimana, iya gaksih? Rada rada lupa iniii. Seinget gue di photoshop, baru tuh kemana gituu. Ah bete gainget mulu jadi ya nanya lagi:| Dulu pernah sih diajarin sama guru tik, karena gue pikir kurang penting jadi ya masuk ke memori sementara habis itu “…” syuuuuhh, hilang deh. Sekarang baru kerasa pentingnya itu ilmu/alay/

        Bantuin gue ya fik, gue doain karyanya makin diakui! Salam Black Circus!

      • anime itu seru-seru dan sumber inspirasi terbesar gue sar, makanya anime sama manga ga boleh dilewatin u,u

        okedeeeh! oh pantes aja… siplah’-‘)9

        oooh kalo masalah ngedit poster ya di photoshop doang, tapi gambarnya nyari-nyari di banyak tempat. nyoba banyak hal tuh seru tau, cuma tergantung orangnya sendiri senengnya dimana :3

        siaaaap! amiiin, makasih sar! o/

      • Gue gangerti sih tentang manga habisnya compicated gitu-___-

        Iyasih photoshop tapi gue tetep aja setres tiap liatnya, puyeng-___-

      • kalo manga/anime sih enaknya dinikmatin xD

        pas awal-awal juga gue kaya gitu sar, sekarang sih udah kebiasaan. yang penting sering dipake aja’-‘)9

      • Yg gue bingung di photoshop itu yaa istilahnya, soalnya gue emang agak nge-hang kalo udah ngadepin kayak photoshop gitu-____-

      • gue sih belajar otodidak jadi nyari-nyari di internet how to do nya, terus ngutak-atik sendiri dan Alhamdulillah udah bisa..

  11. Fikh.. ini kerennn! Uwoo
    Aku speechless bacanya..
    Dan pesan terakhirr… bener2 ngena deh! :O
    Ak suka❤
    Iseng2 buka blogmu dan dapet ff keren gini.. hehehe
    Tapi sedihnya tombol likenya loading terus, jadi nggak bisa nge like2 aahh /rajam tombol like/
    Pokoknya… I loveeeee this ^^

    • KAK SYEEEEEN!{}
      Alhamdulillah, padahal kupikir cerita ini terlalu aneh gimana gitu x(
      aaah gapapa, yang penting kakak mau meninggalkan jejak buat bocah ini :”’) pokoknya aku berterima kasih banget juga yaaa!

  12. Aaaah gilaa! Keren nih ff ><
    Nilai moralnya tinggi bangeet! Awalnya serem juga pas dibilang Jinwoon meninggal, tp pas yang lainnya pada gak ada dirumah aku kira si Key ngigo gitu abis mabok hahahaa
    Tapi pas Key nembus anak kecil aku kira ya yang kecelakaan itu Key abis itu dia gentayangan gitu wkwkwk
    Tapi gataunya semua dijelasin di real ending, sempet kaget kok ada really nya hahaa
    Keren! Btw salam kenal, aku lg keliling tiba2 nemu ff ini hhe ^^

    • haloooo! welcome to cappulatte, salam kenal ya :3
      ahahaha tapi kalo kaya gitu jatohnya jadi comedy xD iya, awalnya sih kaya gitu, tapi pas real ending dijelasin, hehe^^
      makasih banyak yaaa!

  13. Astagaa! Ini keren pake bangeet!
    Aku suka ada fin di tengah, terus ada lanjutannya lagi! Keren!
    Aku bisa rasanya bisa bayangin tiap scene di sini. Lanjut bikin FF selanjutnya yaa
    Mungkin aku bakal sering-sering mampir ke sini!
    Aduh ngga bisa ngomong apa-apa lagi, pokoknya kereen!

    • Tirzaaa! halooo! kemungkinan poster kamu aku buat besok atau lusa ya, maaf soalnya hari ini aku masih ngedit tulisan ;;;
      iyaap semacam ada real ending gitu kan?😀
      siaaaap! makasih yaaa! dan aku saranin jangan-baca-fic-fic-aku-yang-lama karena abalnya ga terdefinisikan, lebih dari yang sekarang-sekarang :’)

  14. *speechless*
    Ending dan penjelasan yg berbeda2
    Membuat aku sendiri juga kebingungan buat nebak secara pasti.
    Well..aku suka makna n maksud yg disampaikan melalui ff
    Penuturan kata2nya jugaa
    Aaaaaa salam kenal
    ‘-‘)/
    Barusan di krmin link ff ini ,cuss ksini dan well akuu suka ffnyaa🙂

  15. Ini maksudnya apa, Fikha sayang:”’))) kenapa keren banget sih? Aku gak ngerti kok orang bisa bikin fic se’aneh’ dan seemejing ini.

    Aku suka banget sama ending yang kedua xD aku udah tau pasti ada sesuatu di balik jinwoon. dan ternyata…………….
    aduuuh harus berguru banyak nih sama kamu tentang surrealism. fighting fikhaaa!!!!!!!

  16. ah bagus. aku udah lama ngga buka2 blog ini pas buka tertarik sama cerita key ini. soalnya covernya keren
    jadi sebenernya key sama jinwoon mengkhayal doang? tapi kenapa mereka bisa mengkhayalkan hal yang sama? kayak mir, nicole, gitu2?

Will You Give Me A Happiness? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s