Who Are You?

who are you

Setiap hari, Nichkhun berpenampilan sama di mata Qian. Tetapi Qian tak pernah bisa merasa bersama orang yang sama. 

Mengapa?

Pukul empat pagi Nichkhun masuk dengan lunglai ke dalam kamarnya. Rambut pemuda itu berantakan seperti habis bangun tidur dan kantong hitam menggantung di bawah mata kuyunya, selayaknya habis kerja berat. Padahal Qian tahu itu hanya efek frustrasi, atau apa pun yang tak pernah meluncur keluar dari bibir pucat pemuda itu. Nichkhun tak pernah bersuara, tak pernah.

Kegiatan yang ia lakukan setiap malam hanya berdiam diri di dalam kamar, digerogoti kekelaman yang menarik semua tanda-tanda kehidupan dalam dirinya. Membunuh keceriaan dalam manik jernihnya yang dulu tak pernah gagal membuat Qian jatuh cinta berulang kali. Meremukkan tubuhnya yang bugar menjadi sekurus tengkorak berjalan. Mengembuskan semangatnya pergi jauh menuju cakrawala hitam.

Nichkhun selalu menjublek di sana dalam kesendiriannya. Ia tak butuh siapapun. Tapi ia butuh pribadi orang-orang. Ia butuh hal yang membuat Qian tak yakin apakah Nichkhun Buck Horvejkul pernah ada.

“Qian, kau sudah makan?”

Pintu yang tadi tertutup kini berderit terbuka. Seseorang muncul di sana.

Itu Nichkhun. Tapi dia bukan lagi Nichkhun.

Mata Qian membulat penuh kesengsaraan. Rahangnya bergetar akibat rasa takut yang sekonyong-konyong merangsek keluar, menguasainya.

Tidak.

Tidak lagi.

“Sudah… Ayah.”

Qian menunduk sedih. Dia bukan ayahku, katanya. Bukan. Dia Nichkhun. Dia bukan ayahku.

Nichkhun berjalan ke arah Qian, mengangkat kepalanya, dan membelai lembut rambutnya.

“Kau kenapa, Qian? Ada masalah? Ceritakan pada Ayah.”

Bukan. Bukan. Bukan. Bukan. Bukan.

Kau bukan ayahku.

Bukan.

“Tidak ada apa-apa… Ayah.”

Nichkhun tersenyum, lantas berjalan keluar rumah. Qian menatap punggungnya yang berangsur-angsur lenyap ditelan cahaya dari luar.

Sesudahnya, ia menangis dan menjerit depresi.

Aku tertipu lagi. Aku membohongi diriku lagi.

.

.

.

Beberapa tahun lalu, Nichkhun kehilangan orang-orang yang ia punya. Kakak dan adiknya, orang tuanya, segalanya. Dan ia juga berpikir bahwa ia kehilangan pengantinnya. Gedung resepsi dilalap habis oleh api. Tak ada yang tertinggal. Dan ketika Qian menghampirinya, ia mengatakan bahwa Qian hanyalah ilusinya saja. Semua orang yang ia cintai sudah meninggal di dalam sana, katanya.

Qian tak tahu apakah Nichkhun terlalu sedih atau memang ia tak ingin Qian ada sehingga tidak menerima bahwa Qian memang masih hidup. Qian merawatnya karena tidak mau Nichkhun terus begitu, namun shock yang dirasakan Nichkhun tak pernah bisa pulih.

Apakah cintaku tak pernah cukup?

Apakah cintaku tak bisa menyadarkannya?

.

.

.

Nichkhun sedari dulu pintar berakting. Dia bisa menirukan suara, tingkah laku, dan watak siapa saja dengan mudah. Itu salah satu faktor yang membuat Qian mengaguminya dulu.

Sekarang, keahlian itu masih ada.

Tapi semuanya sudah berubah. Nichkhun tidak melakukan itu untuk menyenangkan orang-orang. Ia melakukannya karena percaya ia hanya bisa hidup jika menjadi orang lain. Dan Qian tak pernah bisa menyukai keahliannya lagi.

Setiap hari Nichkhun berubah menjadi siapa saja, yang Qian kenal maupun tidak. Ia benar-benar kelihatan hidup ketika menjadi orang lain, benar-benar tampak persis seperti orang yang ia perankan tak peduli bagaimanapun mereka.

Sampai Qian tak tahu lagi siapa Nichkhun.

Hari ini, Nichkhun berhasil menjadi mertuanya. Ia berhasil menjadi ayah Qian.

Tepatnya, mendiang ayah Qian.

.

.

.

Luka di hati kembali menyayat-nyayat Qian laksana mata pisau tajam. Ayahnya telah meninggal ketika ia masih kecil, dibunuh para pencuri yang menyelinap masuk ke rumah mereka dan membawa pergi ibunya. Yang pria dibunuh, yang wanita dijual, ujar mereka.

Qian selalu merasa dibangkitkan dari luka lama setiap kali Nichkhun menjadi salah satu di antara keduanya.

Kau yang lama tahu aku membenci itu. Kau tahu aku tidak suka ada yang berpura-pura menjadi orang tuaku. Kau tahu aku sangat mengharapkan kepulangan ibuku atau kesempatan untuk berbicara lagi dengan ayahku.

Ia menghela napas sedih, kemudian menyeka air matanya.

Siapa kau sekarang?

Siapa kau, Nichkhun?

Siapa kau ketika kau pulang nanti?

Cklek.

Tidak perlu waktu lama untuk Qian mengetahui jawabannya. Pintu terbuka, ada seseorang berdiri di muka pintu.

Dia Nichkhun.

Tapi dia sudah berubah menjadi orang lain lagi. Orang yang membuat Qian seolah tenggelam dalam kesedihan sedalam jurang tak berdasar. Sosok yang membuat Qian ditelan amarah yang menggelegak seperti air mendidih.

“Qian, Ibu pulang.”

Kau bukan ibuku.

Kau bukan ibuku.

Siapa kau, Nichkhun?

Siapa kau?

fin.

***

Alhamdulillah ini bisa selesai! Yahooooo!

Maaf banget ya aku ambil hiatus lama banget, tapi setelah ini aku bakal menyelesaikan semua project yang sempat ngadat di bulan Desember nanti. Barangkali dimulai dari short-fics dan lanjutan dari EXISTENTIA atau derin arzu~!😄 #gaadayangnunggujuga

Adakah yang ngga mengerti fic ini? Lebih banyak yang tersirat sih daripada tersurat, semoga banyak yang paham ya :3

Terima kasih banyak sudah membaca ya, review + kritik + saran sangat dihargai! Terima kasih<3

1st: Luna | 2nd: Krystal | 3rd: Sulli |

11 responses to “Who Are You?

  1. Ahh kudet!!! Baru tau tentang ini dan lain lain!! Parahnya ini nemunya pas uts huaaa. Oke fik aku bkl baca yg laen laen abis uts oke!

    Ini maksudnya nichkun berkepribadian banyak apa gimana?? Duh vic umma kasian sekali, dan ngeri liat khun kayak gitu

  2. langsung ngecek kesini pas lg on pake laptop~
    ah!! johahae deh fikha xD
    daebaaak!!!
    aku ngerti kok maksudnya kyk gimana~
    cuma gak nge bayang aja tiba” nichkhun jd umma nya qian ._.
    kkk~
    selebihnya no comment~
    lama hiatus ternyata gak mengubah ciri tulisan mu ya fik😉

    and i’m still waiting for black circus and existentia ya~~ ;p

  3. Wahhh Kerenn
    Supay ttp hidup, nichkhun memilih jd org lain
    Tapi kasihan qian nya
    Aku suka sama cerita ini
    Ga byk narasi
    Ga byk deskripsi
    Tp suasananya dpt bgt

  4. bener-bener pesan tersirat. mungkin aku gag paham semua maksudnya. tapi aa beberapa hal yang aku tangkap menurut persepsiku sendiri dari cerita ini. entah sama atu tidak dengan maksud sebenarnya. .
    tapi fanfic ini bagus, lanjut. .

    • Well, aku terbuka banget dengan persepsi tiap-tiap orang atas karyaku!😄 ngga harus sama koook. Kalo boleh tau apa aja yg kamu tangkep dari cerita ini?

      Ehiya namaku Fikha 98L salam kenal yaaa :3 makasih banyak readmennya<3

  5. kepribadian ganda ya… atau gegara terlalu frustasi jadi ia menganggap ia bisa hidup menjadi orang lain jadi ia bisa melupakan luka yang pernah ia terima gitu ._. eh tambah sempoyongan nih otakku mikir si nickhun itu sakitnya apa ._.

  6. Jd mrk udh merit critanya
    Dy mnjdi org lain utk istrinya?
    Knp?
    Bkn kh itu mlh menyakitkn ht istri
    Knp nikhun kyk gt
    Utk mnghilangkn trauma nya
    Tp mlh bkin istrinya mengingat trauma
    Duh nikhuuuuuun knp km jd bgini

Will You Give Me A Happiness? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s